Ziarah Lingkungan Santo Mikhael Gereja Paroki

Ziarah Lingkungan Santo Mikhael Gereja Paroki

Persiapan yang Khusyuk

Sehari sebelum keberangkatan, tepatnya Kamis, 4 September 2025, para calon peziarah mempersiapkan hati mereka dengan sakramen pengakuan dosa. Pastor Erwin Manullang OFM Cap., dengan penuh kasih melayankan sakramen ini bagi mereka, yang memurnikan jiwa mereka untuk perjalanan suci yang akan mereka tempuh.


Pagi Pemberangkatan yang Penuh Berkah

Jumat, 5 September 2025, tiga puluh tiga peziarah dari tiga lingkungan berkumpul – 23 orang dari Lingkungan Santo Mikhael, 9 orang dari Santa Theresia, dan 1 orang dari Santa Maria. P. Emmanuel J. Sembiring OFMCap. memimpin ibadat pemberangkatan dengan penuh hikmat. Pastor Emmanuel memerciki setiap peziarah dengan air suci sebagai lambang penyertaan Tuhan dalam perjalanan ini. Setelah ibadat, momen peziarahan ini diabadikan dalam sesi foto bersama, baik di dalam maupun di luar gereja.

Kegembiraan di Panti Pius IX

Rombongan peziarah bergerak menuju Panti Pius IX Sinaksak untuk kegiatan amal. Selama kurang lebih satu jam, para peziarah berbagi kegembiraan bersama anak-anak panti. Para peziarah yang belum sarapan sepakat untuk sarapan di salah satu tempat di kompleks panti, duduk lesehan dan menikmati menu sarapan pagi bersama-sama.

Ziarah ke Makam Para Kapusin

Pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di makam para Pastor Kapusin dan disambut oleh seorang Frater. Dengan dipandu sang Frater, kami berdoa bersama di salib utama sebelum berziarah ke makam para pastor yang pernah dikenal dalam suasana hening dan doa yang khusyuk. Karena tanggal 5 September 2025 adalah hari libur, banyak sekali peziarah lain yang juga mengadakan perjalanan ziarah. Hal ini terlihat jelas dari kepadatan yang terjadi – sejak pukul 08.00 WIB di Panti Pius IX, kurang lebih 5 kelompok peziarah terus berdatangan, dan kami bertemu kembali di makam Kapusin.

Perjalanan Penuh Doa Menuju Medan

Dalam perjalanan menuju Graha Maria Annai Velangkanni Medan, saat memasuki Tol Sinaksak, suasana bus menjadi penuh berkah. Kami, para peziarah pengharapan, mendaraskan doa Rosario dan menyanyikan lagu-lagu Maria yang dipimpin oleh Sr. M. Angelya Sirat FCJM.

Tantangan dan Berkat di Graha Velangkani

Di Graha Maria Annai Velangkanni, kami, peziarah dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Jalan Asahan sebenarnya terjadwal untuk mengisi doa Rosario pukul 14.00 WIB. Namun padatnya lalu lintas para peziarah membuat perjalanan menjadi lama, ditambah dengan tempat parkir yang begitu jauh sehingga kami harus berjalan kaki menuju Graha Velangkanni. Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan kelompok peziarah lain yang sedang melakukan adorasi Sakramen Mahakudus. Pemandangan yang mengharukan terpampang di hadapan kami – banyaknya peziarah Yubileum dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Medan menciptakan suatu rahmat dan sukacita di hati. Spanduk jadwal menunjukkan kurang lebih 46 kelompok peziarah mengunjungi Graha Annai Velangkanni pada tanggal 5 September 2025. Setiap ruangan doa terisi oleh kelompok peziarah yang berdoa secara berkelompok maupun pribadi. Kelompok kami bergabung dengan kelompok lain dalam adorasi sekitar pukul 15.00 WIB sampai dengan 15.30 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gereja Katedral Medan.

Menuju Porta Sancta

Di Gereja Katedral, banyaknya peziarah membuat panitia cukup sibuk mengatur dengan tertib. Kami, sebagai pendamping ziarah memberikan informasi kepada panitia bahwa rombongan kami akan mengikuti Misa pukul 18.00 WIB. Kami diminta untuk menunggu giliran masuk melalui Porta Sancta. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, tepat pukul 17.00 WIB kami diarahkan oleh panitia menuju Porta Sancta. Namun dalam suasana hujan deras, kami harus menerobos derasnya hujan karena lokasi titik kumpul peziarah berada di kompleks sekolah yang berada di bagian belakang gereja. Meskipun jumlah payung seadanya saja, dengan patuh dan tertib, dipenuhi rasa sukacita dan semangat, kami memasuki Porta Sancta. Kami sangat bersyukur dapat masuk ke dalam gereja yang sudah hampir penuh – meskipun ada yang basah kuyup, kami masih mendapatkan 3 bangku yang cukup untuk kami tempati.

Misa yang Penuh Syukur

Kami mengikuti Perayaan Ekaristi di Katedral dengan hati penuh syukur. Karena bangku kami berdekatan langsung dengan Patung Santa Perawan Maria tak bernoda yang berada di sayap kanan gereja, kami berdoa bersama menghaturkan syukur atas perjalanan ziarah hari ini, seraya mohon doa Bunda Maria agar menjaga perjalanan pulang kembali ke Pematangsiantar.

Kepulangan yang Diberkati

Kami kembali ke Pematangsiantar pada pukul 21.00 WIB dan tiba di Pematangsiantar kurang lebih pukul 23.15 WIB, membawa pulang pengalaman spiritual yang tak terlupakan dari perjalanan ziarah yang penuh berkat ini.

Sr. M. Faustina Korbafo, FCJM
Koordinator Tim Yubileum